Entah sudah berapa yang Papi keluarkan untuk beli Durian beraneka jenis. Durian yang dibeli pun bukan yang sembarangan, Papi memang mencari cita rasa, kualitas bukan yang penting kenyang. Secinta itu dengan durian, apalagi kami pun sekeluarga memang doyan durian. Tambah bersemangatlah Papi beli dan makan bareng karena makan durian ni tambah asik kalau makannya rame rame.
5 Januari, tumben ni saya bilang ke Papi, udah 2 hari libur beli duren. Eh...rupanya gak lama kemudian, Papi pergi sama anak anak, beli durian. Durian lokal, yang Papi tau penjualnya dan pemilik kebunnya. Dapat 5 jenis yang berbeda. Semakin ingin memperkaya varian durian dan menemukan rasa unggulan agar durian tersebut bisa terus kami lestarikan dan kembangkan bersama pemilik kebun. Karena durian itu memang buah emas. Buah yang khas tiada duanya.
Satu persatu kami buka duriannya. Yang pertama buahnya kecil tapi rasanya nikmat endesss.
Lalu durian kedua , ketiga, keempat dan kelima. Semuanya beda rasa. Tameka dan Papi memilih durian ke 2 sebagai Juara. Kalau saya suka yang pertama. Kami memberikan ranking masing masing duriannya. Semuanya enak tapi memang tetap ada yang paling terenak dan punya rasa yang berbeda. Gak seperti durian biasanya.
Tapi memang paling enak durian Jingga Emas , sesuai dengan namanya, durian ini bijinya kecil kempes, itu menandakan kualitas durian yang bagus banget, rasa duriannya sangat berkualitas. Wajar saja, zaman dahulu di kebun kata Ma mah (tante saya , kakak Bapak), buah ini yang menginginkannya sampai harus daftar dulu. Karena jumlah buahnya terbatas.
Saya juga ingat, saat Festival Durian beberapa tahun lalu, ada Komunitas Durian Traveler dan kami pun ikut juga kedalamnya, mereka sering melakukan perjalanan baik dalam dan luar neger, untuk hunting durian terbaik. Secinta itu sama durian.
Itu salah satu sisi Durian yang memang selalu menarik untuk di eksplorasi. Bukan begitu para pecinta durian?




Comments
Post a Comment